KENDARI – Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari menghadirkan momentum penting bagi pengembangan literasi digital mahasiswa melalui rangkaian kegiatan akademik yang komprehensif. Pada Senin, 7 April 2026, Unit Perpustakaan Digital UMW Kendari menyelenggarakan seminar, webinar, dan kuliah umum dengan tajuk “Literasi Digital dan Transformasi Informasi di Era Industri 5.0: Peran Strategis Perpustakaan Modern dalam Ekosistem Pendidikan Digital.”
Acara yang berlangsung selama satu hari penuh ini menghadirkan berbagai pembicara terkemuka dari kalangan akademisi, praktisi informasi, dan profesional industri digital. Dengan melibatkan lebih dari 800 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, pustakawan, dan masyarakat umum, kegiatan ini menjadi bukti komitmen UMW Kendari dalam memposisikan perpustakaan sebagai jantung transformasi digital di institusi pendidikan tinggi.
LATAR BELAKANG DAN URGENSI KEGIATAN
Transformasi digital yang terjadi secara masif di seluruh sektor kehidupan telah mengubah paradigma pengelolaan informasi dan pengetahuan. Perpustakaan modern, khususnya unit perpustakaan digital, kini tidak lagi sekadar tempat menyimpan koleksi fisik, melainkan menjadi platform interaktif yang mengintegrasikan teknologi terkini untuk mendukung pembelajaran dan penelitian.
Direktur Unit Perpustakaan Digital UMW Kendari, Dr. Darmawan Siagian, S.I.P., M.Lib.Sc., menjelaskan urgensi penyelenggaraan acara ini. “Perpustakaan digital kami dirancang untuk memenuhi kebutuhan akademik di era industri 5.0. Namun, kehadiran infrastruktur saja tidak cukup. Kami perlu memastikan bahwa seluruh stakeholder kampus, mulai dari mahasiswa hingga peneliti, memiliki literasi digital yang memadai untuk memanfaatkan sumber daya informasi secara optimal,” ujarnya dalam sambutan pembukaan acara.
Statistik yang dirilis oleh Unit Perpustakaan Digital menunjukkan peningkatan signifikan dalam penggunaan layanan digital. Pada tahun akademik 2024/2025, terdapat peningkatan 65% dalam akses database e-journal, 78% dalam penggunaan e-book, dan 43% dalam layanan konsultasi virtual dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini menjadi indikator positif bahwa mahasiswa UMW Kendari telah mulai mengadopsi sumber informasi digital, meskipun masih perlu peningkatan dalam hal kemampuan literasi kritis.
SUSUNAN ACARA DAN PEMBICARA UTAMA
Rangkaian kegiatan pada tanggal 7 April 2026 dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembukaan resmi oleh Rektor UMW Kendari, Prof. Dr. Ir. Ruslan Aminullah, M.Sc. Rektor menekankan bahwa perpustakaan digital merupakan investasi strategis dalam pengembangan sumber daya manusia yang kompetitif. “Mahasiswa UMW Kendari harus siap bersaing di tingkat nasional dan internasional. Kemampuan mengakses, menganalisis, dan memanfaatkan informasi digital adalah kompetensi fundamental yang tidak bisa ditawar,” kata Prof. Ruslan dalam sambutannya.
Sesi seminar pertama, “Ekosistem Informasi Digital: Tantangan dan Peluang bagi Perpustakaan Modern,” menghadirkan pembicara Dr. Tri Cahyanto, M.I.Kom., seorang pakar manajemen informasi dari Universitas Indonesia. Dr. Tri menyajikan analisis mendalam tentang bagaimana perpustakaan digital berperan dalam mendukung penelitian akademik berkualitas tinggi. Dalam presentasinya, beliau menunjukkan data bahwa institusi pendidikan dengan perpustakaan digital yang solid memiliki h-index publikasi yang 40% lebih tinggi dibandingkan institusi serupa tanpa infrastruktur digital yang memadai.
“Perpustakaan bukan lagi gatekeeper informasi, melainkan navigator dalam lautan data yang tak terbatas. Mahasiswa perlu dipandu untuk membedakan antara informasi berkualitas, misinformasi, dan disinformasi,” papar Dr. Tri kepada audiens yang penuh antusiasme.
Sesi webinar berikutnya menampilkan Dr. Siti Nurhaliza, Ph.D., seorang spesialis dalam open-access scholarship dan research data management dari Bandung. Dr. Siti berbicara mengenai “Gerakan Open Science dan Implikasinya bagi Ekosistem Penelitian Indonesia.” Melalui webinar yang disiarkan langsung di platform YouTube UMW Kendari dengan jumlah viewer mencapai 2.400 peserta, Dr. Siti menjelaskan pentingnya transparansi dan aksesibilitas dalam publikasi ilmiah.
“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dalam gerakan open science di Asia Tenggara. Perpustakaan digital harus menjadi pendorong utama dengan menyediakan infrastruktur repository yang robust dan user-friendly,” tutur Dr. Siti dengan penuh antusiasme.
Kuliah umum sore hari menghadirkan pembicara yang berbeda dari sektor industri, yakni Hendra Wijaya, M.B.A., Managing Director PT. Data Cerdas Indonesia, sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam analitik data dan business intelligence. Dalam sesi “Literasi Data untuk Era Industri 5.0: Mempersiapkan Talenta Siap Industri,” Hendra berbagi pengalaman nyata tentang kebutuhan skill di industri modern.
“Ketika kami merekrut talenta baru, kami tidak hanya mencari kemampuan teknis, tetapi juga critical thinking dan information literacy. Mahasiswa yang bisa mengakses database, mengekstrak insight, dan mengkomunikasikannya dengan baik sangat diminati,” ungkap Hendra kepada peserta yang mayoritas adalah mahasiswa angkatan tiga terakhir.
AKTIVITAS INTERAKTIF DAN WORKSHOP
Selain sesi presentasi utama, acara juga mencakup berbagai workshop interaktif yang memungkinkan peserta langsung praktik menggunakan fasilitas perpustakaan digital. Workshop “Navigasi Database Keilmuan dan Penelusuran Informasi Efektif” dipimpin oleh tim pustakawan berpengalaman UMW Kendari, yang mencakup panduan menggunakan ProQuest, JSTOR, ScienceDirect, dan database lokal Repository UMW.
Koordinator Workshop, Ibu Eka Paramita, S.I.P., M.I.B., menjelaskan bahwa workshop dirancang secara hands-on agar peserta dapat langsung merasakan manfaat. “Banyak mahasiswa yang tidak tahu bahwa mereka memiliki akses gratis ke puluhan ribu jurnal internasional hanya dengan login menggunakan akun kampus mereka. Kami ingin memberdayakan mereka agar mampu memaksimalkan sumber daya yang sudah tersedia,” ujarnya dengan dedikasi.
Workshop kedua berfokus pada “Evaluasi Kredibilitas Sumber Informasi dan Deteksi Misinformasi di Era Digital.” Mengingat meningkatnya kasus hoaks dan misinformasi di media sosial, workshop ini mendapat antusiasme luar biasa dari peserta. Fasilitator, Dr. Mohammad Rizal, Ph.D., seorang pakar komunikasi digital, mengajarkan teknik-teknik praktis untuk memverifikasi sumber, mengecek kredibilitas penulis, dan mengidentifikasi bias dalam laporan berita dan publikasi ilmiah.
“Tidak semua yang tersedia di internet adalah kebenaran. Bahkan jurnal peer-reviewed sekalipun perlu dibaca secara kritis. Kami ingin mahasiswa UMW Kendari menjadi smart consumer of information,” kata Dr. Mohammad dalam closing remarks workshop tersebut.
PENINGKATAN KAPASITAS DAN KOLABORASI STRATEGIS
Menanggapi perkembangan positif ini, Kepala Bidang Akademik UMW Kendari, Dr. Asmarani, S.Pd., M.Pd., menyatakan bahwa kegiatan seminar, webinar, dan kuliah umum ini akan diintegrasikan ke dalam kurikulum pengembangan keterampilan mahasiswa. “Kami sedang mengembangkan semacam ‘information literacy badge’ yang akan menjadi bagian dari kompetisi mahasiswa. Mahasiswa yang menyelesaikan rangkaian pelatihan akan mendapatkan sertifikasi yang diakui secara resmi,” jelasnya.
Selain itu, Unit Perpustakaan Digital UMW Kendari juga menjalin kerjasama baru dengan beberapa institusi terkemuka. Selama acara berlangsung, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan antara UMW Kendari dengan Perhimpunan Pustakawan Indonesia (PPI) Sulawesi Tenggara dan Indonesian Research Institute (IRI) untuk pengembangan bersama standar literasi informasi nasional dan pelatihan berkelanjutan bagi pustakawan.
Direktur Perpustakaan Digital, Dr. Darmawan Siagian, menekankan signifikansi kolaborasi ini. “Perpustakaan tidak bekerja dalam vakum. Kami membutuhkan jaringan dengan institusi sejenis untuk saling berbagi best practices, penelitian terbaru, dan inovasi dalam manajemen informasi. Kerjasama strategis ini akan memperkuat posisi UMW Kendari sebagai pioneer dalam transformasi digital perpustakaan di kawasan Sulawesi Tenggara,” katanya dengan bangga.
HASIL EVALUASI DAN FEEDBACK PESERTA
Berdasarkan survei kepuasan peserta yang dilakukan secara real-time menggunakan aplikasi mobile, tingkat kepuasan mencapai 8,7 dari 10. Sebanyak 92% peserta menyatakan materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan mereka, sementara 88% mengindikasikan akan mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas akademik mereka.
Salah satu peserta, Siti Mariam, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2024, mengungkapkan pengalamannya. “Saya tidak tahu bahwa ada begitu banyak sumber jurnal gratis yang bisa diakses. Workshop tadi sangat membantu, dan saya sudah merencanakan untuk menggunakan database ini untuk skripsi saya nanti. Ilmu tentang deteksi misinformasi juga sangat praktis dan bisa langsung saya aplikasikan di media sosial pribadi,” ucapnya antusias.
Peserta lain, Budi Haryanto, seorang dosen di Fakultas Teknik, juga memberikan apresiasi. “Event ini mengingatkan saya bahwa perpustakaan digital bukan hanya untuk mahasiswa, tetapi juga sebagai partner strategis dalam riset dosen. Saya tertarik untuk berkolaborasi dengan tim perpustakaan dalam mengembangkan research data management yang lebih baik untuk lab saya,” tuturnya.
DAMPAK JANGKA PANJANG DAN RENCANA BERKELANJUTAN
Unit Perpustakaan Digital UMW Kendari telah merencanakan serangkaian kegiatan berkelanjutan sebagai follow-up dari acara 7 April 2026. Rencana tersebut mencakup penyelenggaraan workshop bulanan, peluncuran learning management system (LMS) khusus untuk literasi informasi, dan pengembangan video tutorial dalam bahasa Indonesia.
Lebih lanjut, Dr. Darmawan Siagian menjelaskan visi jangka panjang perpustakaan. “Dalam tiga tahun ke depan, kami menargetkan 100% mahasiswa UMW Kendari telah menyelesaikan pelatihan literasi digital tingkat dasar, 75% telah menyelesaikan tingkat menengah, dan 40% telah menyelesaikan tingkat lanjut. Ini adalah investasi untuk memastikan bahwa lulusan UMW Kendari dapat bersaing di pasar kerja global,” paparnya dengan visi yang jelas.
Investasi dalam infrastruktur juga akan terus ditingkatkan. Rencana tahun 2026-2027 mencakup pembangunan innovation lab di dalam perpustakaan, penambahan 50 unit komputer dengan spesifikasi tinggi, serta pengadaan software specialized untuk data analysis dan academic writing.
PENUTUP
Seminar, webinar, dan kuliah umum yang diselenggarakan oleh Unit Perpustakaan Digital UMW Kendari pada 7 April 2026 merupakan milestone penting dalam transformasi digital institusi. Kegiatan ini bukan hanya sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga representasi komitmen nyata UMW Kendari terhadap pengembangan sumber daya manusia yang literat dan kompeten di era digital.
Dengan melibatkan berbagai stakeholder—dari pembicara internasional, praktisi industri, hingga seluruh civitas akademika—acara ini membuktikan bahwa perpustakaan digital dapat menjadi katalis perubahan positif dalam ekosistem pendidikan tinggi. Semoga momentum ini terus dipertahankan, dan UMW Kendari semakin kokoh dalam posisinya sebagai institusi pendidikan yang responsif terhadap dinamika zaman.
Sebagaimana dikatakan Prof. Rektor Ruslan Aminullah dalam penutup acaranya: “Pendidikan tinggi bukan tentang menjejalkan informasi ke dalam kepala mahasiswa, tetapi mengajarkan mereka cara berpikir kritis dan memahami informasi. Perpustakaan digital adalah mitra terbaik kami dalam misi mulia ini.”
—
Artikel ini ditulis berdasarkan peliputan langsung pada acara Seminar, Webinar, dan Kuliah Umum “Literasi Digital dan Transformasi Informasi di Era Industri 5.0” yang diselenggarakan oleh Unit Perpustakaan Digital Universitas Mandala Waluya Kendari pada Senin, 7 April 2026. Untuk informasi lebih lanjut tentang kegiatan perpustakaan digital UMW Kendari, dapat menghubungi email: [email protected] atau mengunjungi portal resmi di www.library.umwkendari.ac.id