KENDARI — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mandala Waluya bekerja sama dengan berbagai organisasi mahasiswa meluncurkan inisiatif besar-besaran bertajuk “Literasi Digital untuk Semua” di Unit Perpustakaan Digital kampus pada Sabtu, 19 April 2026. Program yang dirancang komprehensif ini menargetkan partisipasi 500 peserta dalam bulan pertama pelaksanaannya, mencakup mahasiswa dari berbagai tingkat akademik, dosen, dan masyarakat umum dari wilayah Kendari.
Acara peluncuran program dihadiri oleh Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. H. Bambang Sutrisno, M.Sc., sejumlah pejabat akademik, ketua BEM, dan perwakilan dari organisasi mahasiswa lainnya seperti Himpunan Mahasiswa Program Studi, Organisasi Keprofesian, serta klub-klub akademik. Momentum ini menandai komitmen serius institusi pendidikan dan struktur organisasi mahasiswa dalam menghadirkan program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan era digital.
“Program Literasi Digital untuk Semua merupakan respons nyata kami terhadap tantangan transformasi digital yang semakin masif. Kami percaya bahwa aksesibilitas informasi dan pengetahuan tentang literasi digital harus menjadi hak semua kalangan, tidak hanya mereka yang berasal dari latar belakang teknologi,” ujar Ketua BEM Universitas Mandala Waluya, Wahyu Pratama, 22 tahun, mahasiswa Jurusan Teknik Informatika, dalam sambutan pembukaan acara tersebut.
Latar Belakang dan Motivasi Program
Inisiatif literasi digital ini lahir dari observasi mendalam yang dilakukan oleh BEM selama enam bulan terakhir melalui serangkaian focus group discussion (FGD) dan survei internal. Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa meskipun mayoritas mahasiswa Universitas Mandala Waluya sudah menggunakan internet dan perangkat digital secara aktif, pemahaman mereka tentang literasi digital yang komprehensif masih terbatas. Banyak di antara mereka belum memahami konsep cybersecurity dasar, identifikasi informasi palsu, penggunaan platform digital secara etis, dan keterampilan teknis lanjutan yang esensial di pasar kerja modern.
“Survei kami melibatkan 300 responden dari berbagai program studi dan angkatan. Hasilnya cukup mengejutkan. Lebih dari 65 persen responden menyatakan merasa khawatir dengan keamanan data pribadi mereka di internet, namun hanya 23 persen yang benar-benar memahami cara melindungi privasi digital mereka secara optimal,” jelas Siti Nurhaliza, 21 tahun, mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi dan Wakil Ketua BEM Divisi Minat dan Bakat, dalam wawancara khusus.
Temuan ini menjadi pendorong utama bagi BEM untuk mengonsep program yang tidak hanya informatif tetapi juga praktis dan mudah diakses. Perpustakaan Digital Universitas Mandala Waluya, yang telah berkembang pesat dalam tiga tahun terakhir dengan koleksi e-book, e-journal, dan database online yang ekstensif, dipilih sebagai lokasi strategis pelaksanaan program. Alasan pemilihan ini bukan tanpa pertimbangan matang.
“Perpustakaan Digital kami adalah jantung dari ekosistem pembelajaran berbasis teknologi di kampus. Fasilitas ini sudah dilengkapi dengan 50 unit komputer, koneksi internet berkecepatan tinggi, dan ruang diskusi yang nyaman. Kami melihat sinergi sempurna antara misi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan visi program literasi digital yang ingin kami wujudkan,” tandas Dr. Eka Prasetya, M.Litr., Kepala Unit Perpustakaan Digital Universitas Mandala Waluya, dalam penjelasannya kepada media massa.
Struktur dan Konten Program
Program “Literasi Digital untuk Semua” dirancang dalam format modular yang fleksibel, memungkinkan peserta untuk mengikuti sesi-sesi pembelajaran sesuai dengan jadwal dan kebutuhan mereka. Secara garis besar, program ini terdiri atas lima modul utama yang akan disampaikan secara bertahap dari April hingga Agustus 2026.
Modul pertama, berjudul “Fondasi Digital: Memahami Ekosistem Internet,” akan membahas dasar-dasar internet, protokol komunikasi digital, dan bagaimana infrastruktur digital bekerja. Modul kedua, “Keamanan dan Privasi di Era Digital,” mengajarkan peserta tentang password management, two-factor authentication, enkripsi data, dan identifikasi ancaman cyber. Modul ketiga, “Literasi Informasi dan Media Sosial Cerdas,” menitikberatkan pada kemampuan menganalisis kredibilitas informasi, mendeteksi misinformasi, dan etika penggunaan media sosial.
Modul keempat, “Keterampilan Teknis Praktis,” mencakup pelatihan penggunaan office automation, dasar-dasar coding untuk pemula, dan pemanfaatan cloud computing. Terakhir, modul kelima berjudul “Karir dan Peluang Digital,” dirancang khusus untuk membantu mahasiswa memahami peluang pekerjaan di industri digital dan mengembangkan personal branding melalui platform online.
Setiap modul akan disampaikan melalui kombinasi metode pembelajaran: sesi workshop interaktif, webinar online dengan pembicara ahli dari industri teknologi, tutorial video berdurasi pendek yang dapat diakses kapan saja, dan diskusi kelompok. “Kami ingin memastikan bahwa pembelajaran literasi digital tidak hanya transfer knowledge dari tutor ke peserta, tetapi juga pembangunan komunitas pembelajaran yang berkelanjutan,” ujar Muhammad Rizki Ramadhan, 20 tahun, mahasiswa Jurusan Sistem Informasi dan Koordinator Pelaksana Program Literasi Digital, yang membantu merancang metodologi pembelajaran.
Kolaborasi Lintas Organisasi Mahasiswa
Kesuksesan peluncuran program ini tidak terlepas dari kolaborasi erat antara BEM dengan berbagai organisasi mahasiswa lainnya. Organisasi Keprofesian Jurusan Teknik Informatika, misalnya, menyediakan tutor-tutor berpengalaman untuk modul teknis. Sementara itu, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi berkontribusi dalam mengembangkan strategi promosi dan materials komunikasi yang menarik. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang menangani media sosial juga turut membantu dalam pendokumentasian acara dan penyebarluasan informasi program melalui platform digital.
“Ini adalah bukti bahwa organisasi mahasiswa bukan hanya tentang event dan keriuhan sesaat, tetapi juga tentang kontribusi nyata untuk pengembangan kompetensi teman-teman mahasiswa kami,” kata Dwi Eko Cahyono, 23 tahun, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika, dalam sesi konferensi pers yang diselenggarakan usai peluncuran program.
Komitmen kolaboratif ini juga tercermin dalam pembentukan Panitia Pelaksana yang terdiri atas 25 orang mahasiswa dari berbagai program studi dan organisasi. Panitia ini bertanggung jawab tidak hanya dalam penyelenggaraan acara, tetapi juga dalam monitoring, evaluasi, dan pengembangan berkelanjutan program sesuai dengan feedback peserta.
Dukungan Institusional dan Infrastruktur
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. H. Bambang Sutrisno, M.Sc., dalam sambutannya, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif mahasiswa ini. “Universitas Mandala Waluya senantiasa mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi konsumen pengetahuan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang produktif. Program ini mencerminkan semangat itu dengan sempurna. Kami akan memastikan dukungan penuh dari segi infrastruktur, pendanaan, dan fasilitasi akses ke pembicara-pembicara berkualitas,” kata Prof. Bambang dalam pidato pembukaan.
Universitas telah mengalokasikan anggaran khusus sebesar 150 juta rupiah untuk mendukung program ini, mencakup honorarium pembicara tamu, pengadaan materials pembelajaran digital, dan operasional kegiatan. Selain itu, Unit Perpustakaan Digital juga memperluas akses ke database dan platform pembelajaran online yang relevan untuk mendukung konten program.
Dari sisi infrastruktur, Perpustakaan Digital telah melakukan upgrade sistem audio-visual untuk memastikan webinar bisa diakses lebih dari 100 peserta secara simultan. “Kami juga menyiapkan backup system untuk memastikan tidak ada hambatan teknis yang mengganggu kelangsungan program. Teknologi adalah alat kami untuk mengajarkan literasi digital, jadi mesti reliable,” jelas Dr. Eka Prasetya dengan nada yang penuh tanggung jawab.
Target Jangkauan dan Dampak yang Diharapkan
Dengan target 500 peserta dalam bulan pertama pelaksanaan (April-Mei 2026), program ini dirancang dengan ambisi yang tinggi namun tetap realistis. Breakdown target mencakup 200 peserta dari kalangan mahasiswa aktif Universitas Mandala Waluya, 100 peserta dari alumni dan mahasiswa dari universitas lain di Kendari, serta 200 peserta dari masyarakat umum yang tertarik meningkatkan literasi digital mereka.
“Kami tidak hanya fokus pada kuantitas peserta, tetapi lebih pada kualitas pembelajaran dan dampak jangka panjang. Ideal kami adalah menciptakan efek multiplikasi, di mana peserta yang telah mengikuti program kemudian menjadi agen literasi digital di komunitas mereka masing-masing,” terang Wahyu Pratama, Ketua BEM.
Dampak yang diharapkan dari program ini mencakup peningkatan kesadaran mahasiswa terhadap keamanan digital, peningkatan kemampuan menggunakan tools digital dalam pembelajaran akademik, pengurangan perilaku cyberbullying dan penyebaran misinformasi di lingkungan kampus, serta peningkatan employability lulusan Universitas Mandala Waluya dengan bekal literasi digital yang kuat. Lebih jauh, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan reputasi institusi sebagai kampus yang progresif dan concern terhadap pengembangan soft skills mahasiswa.
Mekanisme Pendaftaran dan Jadwal Acara
Pendaftaran peserta program “Literasi Digital untuk Semua” sudah dibuka sejak hari peluncuran (19 April 2026) melalui platform online yang dapat diakses di website resmi Universitas Mandali Waluya dan media sosial BEM. Pendaftaran bersifat gratis dan terbuka untuk umum tanpa batasan latar belakang pendidikan.
Jadwal pelaksanaan workshop dan webinar telah dijadwalkan setiap hari Sabtu pukul 09:00 hingga 12:00 WITA, dengan sesi tambahan pada hari-hari kerja pukul 14:00 hingga 17:00 WITA untuk mengakomodasi berbagai ketersediaan waktu peserta. Setiap peserta yang menyelesaikan semua modul akan mendapatkan sertifikat kehadiran yang dikeluarkan secara resmi oleh Universitas Mandala Waluya dan BEM.
Testimonial dari Peserta Awal
Meskipun baru diluncurkan, sudah ada sejumlah mahasiswa yang mendaftar dan mengikuti sesi pertama program ini. Sinta Malawati, 20 tahun, mahasiswa Jurusan Akuntansi angkatan 2024, menjadi salah satu peserta antusias. “Saya merasa program ini sangat relevan. Sebagai mahasiswa, saya sering khawatir dengan keamanan data pribadi saya saat melakukan transaksi online atau akses platform akademik. Sesi pertama tentang keamanan digital sudah memberikan banyak insight praktis yang bisa langsung saya terapkan,” ungkap Sinta yang terlihat antusias dalam diskusi pasca sesi.
Pengalaman positif serupa juga disampaikan oleh Bambang Suryanto, 45 tahun, seorang pengusaha muda dari Kendari yang menjadi peserta dari kalangan masyarakat umum. “Saya selalu merasa tertinggal dalam hal teknologi digital. Program ini memberikan kesempatan untuk saya catch up dengan perkembangan teknologi terkini tanpa harus merasa malu sebagai peserta yang lebih tua. Atmosfer pembelajaran di sini sangat welcoming dan para tutor sangat sabar menjelaskan,” tutur Bambang dengan senyum lega.
Penutup dan Harapan ke Depan
Program “Literasi Digital untuk Semua” yang diluncurkan oleh BEM dan organisasi mahasiswa Universitas Mandala Waluya pada 19 April 2026 ini merepresentasikan komitmen nyata dunia mahasiswa dalam berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia yang literate dan adaptif terhadap perubahan digital. Dalam konteks Indonesia yang terus berkembang sebagai ekonomi digital, inisiatif semacam ini menjadi semakin vital dan urgent.
Universitas Mandala Waluya, melalui dukungan penuhnya, juga menunjukkan bahwa institusi pendidikan memahami tanggung jawabnya tidak hanya sebagai penghasil lulusan, tetapi juga sebagai agent of social change yang berkontribusi pada peningkatan literasi masyarakat luas.
Ke depannya, BEM berencana untuk memperluas program ini dengan menambahkan modul-modul spesialisasi sesuai dengan feedback peserta, serta membuka cabang program di daerah-daerah lain di Sulawesi Tenggara. “Kami bermimpi besar bahwa inisiatif ini bisa menginspirasi organisasi mahasiswa di kampus-kampus lain untuk melakukan hal serupa. Literasi digital adalah aset berharga yang harus dimiliki semua orang di era ini,” pungkas Wahyu Pratama dengan penuh optimisme.
Dengan momentum peluncuran yang prestisius, dukungan institusional yang kuat, dan antusiasme peserta yang tinggi, program “Literasi Digital untuk Semua” berpotensi menjadi flagship initiative Universitas Mandala Waluya dalam pengembangan kompetensi mahasiswa dan masyarakat luas di era digital ini. Perjalanan menuju literasi digital yang merata dan inklusif baru saja dimulai di Kendari.