KENDARI — Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh Universitas Mandala Waluya melalui unit Perpustakaan Digitalnya. Muhammad Rizki Pratama, seorang mahasiswa semester enam Program Studi Ilmu Informasi dari Fakultas Humaniora, berhasil meraih medali emas dalam ajang Kompetisi Literasi Digital Nasional (KLDN) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta pada 15 April 2026 lalu.
Pencapaian luar biasa ini menambah daftar prestasi mahasiswa Universitas Mandala Waluya di tingkat nasional dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi institusi pendidikan tinggi yang berlokasi di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kompetisi bergengsi yang diikuti oleh 247 peserta dari berbagai universitas di seluruh Indonesia ini menampilkan kemampuan Muhammad Rizki dalam mengoptimalkan penggunaan sumber daya digital dan keterampilan manajemen informasi yang sangat mumpuni.
Latar Belakang dan Penyelenggaraan Kompetisi
Kompetisi Literasi Digital Nasional 2026 merupakan agenda tahunan yang dirancang untuk mengidentifikasi dan mengapresiasi talenta-talenta muda dalam bidang literasi informasi digital. Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan kemampuan mereka dalam mengelola, menganalisis, dan memanfaatkan data digital secara efektif dan etis. Dengan tema “Transformasi Digital untuk Masa Depan Berkelanjutan,” kompetisi tahun ini melibatkan berbagai kategori, mulai dari manajemen data, keamanan informasi, hingga inovasi dalam pemanfaatan perpustakaan digital.
Muhammad Rizki mengikuti kompetisi pada kategori “Inovasi Layanan Perpustakaan Digital,” di mana peserta diminta untuk merancang dan mempresentasikan konsep layanan perpustakaan digital yang inovatif, inklusif, dan mampu menjangkau komunitas yang lebih luas. Kompetisi berlangsung selama tiga hari, mencakup tahap seleksi berkas, presentasi lisan, serta sesi tanya jawab dengan juri yang terdiri dari para ahli di bidang ilmu informasi, teknologi, dan kepustakawanan digital.
Perjalanan Menuju Medali Emas
Kesuksesan Muhammad Rizki tidak datang begitu saja. Sejak diterima di Program Studi Ilmu Informasi Universitas Mandala Waluya tiga tahun lalu, mahasiswa berusia 22 tahun ini telah menunjukkan dedikasi tinggi terhadap pengembangan ilmu perpustakaan digital. Ia secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan akademik, termasuk magang di Unit Perpustakaan Digital Universitas Mandala Waluya selama dua tahun berturut-turut.
“Saya sangat beruntung bisa belajar langsung dari para profesional di Perpustakaan Digital kampus kami. Pengalaman praktis yang saya dapatkan saat magang menjadi fondasi yang sangat kuat untuk mengembangkan ide-ide inovatif,” ungkap Muhammad Rizki dalam wawancara eksklusif dengan redaksi pada Kamis, 17 April 2026.
Konsep yang dibawa Muhammad Rizki dalam kompetisi adalah “Platform Perpustakaan Digital Berbasis Komunitas untuk Daerah Terpencil,” sebuah aplikasi mobile dan web yang dirancang khusus untuk memberikan akses ke sumber-sumber pembelajaran digital bagi masyarakat di daerah dengan keterbatasan infrastruktur. Konsep ini terinspirasi dari kondisi nyata yang ia saksikan di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.
“Saya menyadari masih banyak masyarakat di daerah terpencil yang tidak memiliki akses memadai ke sumber informasi digital berkualitas. Platform yang saya rancang menggunakan teknologi cloud computing dan dapat diakses bahkan dengan koneksi internet yang terbatas,” jelasnya lebih lanjut.
Dukungan Universitas Mandala Waluya
Pencapaian Muhammad Rizki tidak terlepas dari dukungan penuh dari Universitas Mandala Waluya, khususnya Unit Perpustakaan Digital. Dr. Siti Nurhaliza, S.Hum., M.I.Kom., selaku Kepala Unit Perpustakaan Digital Universitas Mandala Waluya, menyatakan kebanggaannya atas prestasi mahasiswa bimbingannya.
“Muhammad Rizki adalah salah satu mahasiswa paling berbakat yang pernah kami bimbing di unit ini. Dedikasi dan kerja kerasnya dalam menggali inovasi di bidang perpustakaan digital sangat menginspirasi kami semua. Pencapaian ini membuktikan bahwa Universitas Mandala Waluya mampu melahirkan lulusan berkualitas tinggi yang siap bersaing di tingkat nasional dan internasional,” ujar Dr. Siti Nurhaliza pada Jumat, 18 April 2026.
Lebih lanjut, Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Bambang Sutrisno, M.Pd., juga memberikan apresiasi tinggi terhadap penghargaan yang diraih oleh mahasiswanya.
“Prestasi ini adalah bukti nyata dari komitmen Universitas Mandala Waluya dalam mengembangkan potensi mahasiswa dan mendorong inovasi dalam berbagai bidang ilmu. Kami juga bangga bahwa program studi Ilmu Informasi kami terus menghasilkan lulusan-lulusan terbaik yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pendidikan di Indonesia,” kata Prof. Bambang Sutrisno dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi pada Minggu, 19 April 2026.
Penghargaan dan Hadiah
Sebagai pemenang medali emas dalam kategorinya, Muhammad Rizki menerima berbagai penghargaan, termasuk piala bergengsi, sertifikat internasional, uang pembinaan sebesar Rp 25 juta, dan kesempatan untuk mempresentasikan idenya dalam forum-forum akademik nasional dan internasional. Selain itu, konsepnya juga akan didiskusikan untuk kemungkinan kerjasama dengan Kemendikbudristek dalam implementasi di berbagai daerah terpencil.
Penghargaan lainnya yang diterima adalah kesempatan beasiswa lanjutan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di universitas terkemuka, baik di dalam maupun luar negeri, serta kesempatan berkolaborasi dengan para ahli di bidang ilmu informasi dan teknologi digital.
Dampak dan Inspirasi bagi Mahasiswa Lain
Prestasi Muhammad Rizki memberikan dampak signifikan bagi lingkungan akademik Universitas Mandala Waluya. Banyak mahasiswa lain dari berbagai program studi yang merasa terinspirasi untuk lebih aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik dan menggali potensi inovatif mereka.
Prof. Suripto, Ph.D., Dekan Fakultas Humaniora, menyampaikan bahwa prestasi ini akan menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa program studi Ilmu Informasi untuk terus berinovasi.
“Pencapaian Rizki menunjukkan bahwa dengan dedikasi, kerja keras, dan bimbingan yang tepat, setiap mahasiswa memiliki potensi untuk meraih prestasi tertinggi. Kami akan terus memberikan dukungan dan fasilitas terbaik bagi mahasiswa kami yang memiliki minat dalam mengembangkan inovasi di bidang perpustakaan digital dan ilmu informasi,” ungkap Prof. Suripto pada Kamis, 17 April 2026.
Di samping itu, Unit Perpustakaan Digital Universitas Mandala Waluya juga telah mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan serangkaian workshop dan seminar tentang inovasi perpustakaan digital yang akan dipimpin langsung oleh Muhammad Rizki. Workshop ini terbuka untuk semua mahasiswa yang tertarik dan diharapkan dapat menjadi katalis bagi lahirnya inovasi-inovasi baru dari mahasiswa-mahasiswa berbakat lainnya.
Visi Kedepannya
Ketika ditanya tentang renccananya ke depan, Muhammad Rizki menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan platform yang telah dirancangnya dan membawanya ke tingkat implementasi yang nyata.
“Saya ingin platform ini tidak hanya menjadi konsep di atas kertas, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di daerah-daerah terpencil. Saya juga berencana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dengan fokus pada digital inclusion dan sustainable development melalui teknologi informasi,” jelasnya dengan optimisme yang tinggi.
Muhammad Rizki juga menyampaikan ucapan terima kasih mendalam kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanannya, mulai dari keluarga, dosen-dosen pembimbing, hingga pihak Unit Perpustakaan Digital dan Universitas Mandala Waluya secara keseluruhan.
Penutup
Pencapaian Muhammad Rizki Pratama dalam Kompetisi Literasi Digital Nasional 2026 ini merupakan momen penting bagi Universitas Mandala Waluya dalam menunjukkan eksistensi dan kualitas program akademiknya di tingkat nasional. Prestasi ini sekaligus menjadi peringatan bagi institusi pendidikan lainnya bahwa inovasi dan dedikasi dapat menghasilkan lulusan-lulusan yang mampu memberikan solusi nyata bagi berbagai permasalahan sosial dan ekonomi di masyarakat.
Ke depannya, Universitas Mandala Waluya berkomitmen untuk terus mendorong mahasiswa-mahasiswanya untuk berprestasi dan berinovasi di berbagai bidang ilmu. Dengan fasilitas yang terus ditingkatkan, bimbingan akademik yang optimal, dan lingkungan akademik yang kondusif, diharapkan Universitas Mandala Waluya dapat terus menghasilkan lulusan-lulusan berkualitas tinggi yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.
Prestasi Muhammad Rizki ini juga membuka peluang bagi Universitas Mandala Waluya untuk lebih dikenal oleh masyarakat luas dan institusi-institusi pendidikan lainnya di Indonesia. Semoga penghargaan ini menjadi awal dari serangkaian prestasi gemilang mahasiswa Universitas Mandala Waluya di tingkat nasional dan internasional. Sebagaimana motto universitas yang mengutamakan keunggulan akademik dan inovasi berkelanjutan, prestasi kali ini membuktikan bahwa Universitas Mandala Waluya terus berkembang menuju visi menjadi universitas terkemuka di kawasan Sulawesi Tenggara.