KENDARI – Universitas Mandala Waluya (UMW) melalui Unit Perpustakaan Digital menghadirkan sebuah inisiatif inovatif yang menggabungkan semangat olahraga dan apresiasi seni budaya lokal. Festival Olahraga dan Seni Budaya Mahasiswa 2026, yang berlangsung pada 31 Maret 2026 lalu, menjadi momentum penting bagi institusi pendidikan di Kendari untuk menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan karakter dan potensi mahasiswa secara menyeluruh.
Acara yang diselenggarakan di halaman utama Universitas Mandala Waluya ini menghadirkan lebih dari 500 peserta dari berbagai program studi, melibatkan rangkaian pertandingan olahraga, pameran seni rupa, pertunjukan musik tradisional Sulawesi Tenggara, dan kompetisi tari daerah. Kehadiran mahasiswa dari seluruh fakultas mencerminkan antusiasme yang tinggi terhadap pelestarian budaya lokal sambil tetap menjaga semangat kompetisi sehat dalam bidang olahraga.
“Festival ini adalah wujud nyata dari visi kami untuk menciptakan ekosistem kampus yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mengembangkan soft skill, kreativitas, dan rasa cinta terhadap warisan budaya Indonesia,” ujar Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.Sc., Kepala Unit Perpustakaan Digital UMW Kendari, dalam sambutannya pada pembukaan acara.
Latar Belakang dan Tujuan Penyelenggaraan
Perpustakaan digital, yang merupakan bagian integral dari infrastruktur pendidikan modern, selama ini dipandang sebagai pusat pembelajaran yang berfokus pada koleksi digital dan akses informasi. Namun, Unit Perpustakaan Digital UMW Kendari memiliki pandangan yang lebih komprehensif. Institusi ini tidak hanya menjalankan fungsi konvensionalnya sebagai penyedia sumber belajar digital, melainkan juga aktif dalam mendukung berbagai aspek pengembangan mahasiswa.
Inisiatif menyelenggarakan festival olahraga dan seni budaya ini lahir dari sebuah riset internal yang dilakukan oleh tim manajemen UMW Kendari sepanjang tahun 2025. Hasil riset menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar dalam bidang seni dan olahraga, namun masih terbatas akses dan wadah untuk mengembangkan bakat-bakat tersebut secara optimal.
“Kami melihat bahwa banyak mahasiswa yang memiliki prestasi luar biasa di bidang seni tradisional dan olahraga, tetapi mereka kurang mendapatkan platform yang layak untuk menampilkan kemampuan mereka. Oleh karena itu, Unit Perpustakaan Digital mengambil inisiatif untuk menjadi fasilitator utama,” jelas Ibu Siti Nurhaliza, S.Pd., M.Sn., Kepala Divisi Program dan Kemitraan Perpustakaan Digital UMW Kendari.
Tujuan utama festival ini adalah untuk (1) memberikan wadah apresiasi dan pengembangan bakat mahasiswa di bidang seni budaya dan olahraga; (2) memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan sportivitas di kalangan mahasiswa; (3) mendokumentasikan dan melestarikan kekayaan seni budaya lokal Sulawesi Tenggara; serta (4) meningkatkan keterlibatan unit perpustakaan digital dalam kehidupan kampus secara holistik.
Rangkaian Kegiatan dan Antusiasme Peserta
Festival yang berlangsung sepanjang hari ini dimulai dengan upacara pembukaan pada pukul 08.00 WITA yang disertai penampilan tari tradisional Saronde dari Kabupaten Buton. Acara berlanjut dengan serangkaian kompetisi olahraga yang mencakup kategori futsal, bola voli, badminton, dan catur.
Dalam kategori futsal putra, tim dari Fakultas Teknik berhasil memenangkan turnamen dengan mengalahkan tim Fakultas Hukum dalam pertandingan final dengan skor 3-2. Pertandingan yang berlangsung selama 40 menit tersebut menampilkan permainan yang sengit dan penuh semangat, dengan ratusan penonton yang memenuhi tribun mendukung kedua belah pihak.
“Saya bangga bisa mewakili Fakultas Teknik di ajang ini. Ini bukan sekadar kompetisi olahraga biasa, tetapi juga merupakan bentuk apresiasi kami terhadap inisiatif Unit Perpustakaan Digital yang benar-benar memahami kebutuhan mahasiswa,” ungkap Riyanto, kapten tim futsal Fakultas Teknik, usai pertandingan.
Adapun untuk kategori bola voli putri, tim Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Sosial berhasil menjadi juara dengan mempertahankan rekor kemenangan mereka selama turnamen berlangsung. Pertandingan-pertandingan ini tidak hanya menampilkan teknik permainan yang baik, tetapi juga menunjukkan semangat sportivitas yang tinggi antar peserta.
Selain cabang olahraga konvensional, festival ini juga menampilkan kompetisi catur yang diikuti oleh 32 peserta dari berbagai program studi. Kompetisi catur ini menarik perhatian khusus karena mengusung tema “Catur sebagai Olahraga Pikiran untuk Generasi Digital,” yang sejalan dengan misi Unit Perpustakaan Digital dalam mengembangkan pemikiran kritis mahasiswa.
Pelestarian Seni dan Budaya Lokal
Bagian yang paling menarik dari festival ini adalah segmen seni dan budaya, yang secara khusus menekankan pentingnya preservasi warisan budaya Sulawesi Tenggara. Lebih dari 150 mahasiswa berpartisipasi dalam berbagai pertunjukan seni, mulai dari tari tradisional, musik konvensional, hingga pameran seni rupa.
Salah satu pertunjukan unggulan adalah pergelaran tari Poco-Poco yang dihadirkan oleh mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Seni Budaya. Pertunjukan ini menghadirkan interpretasi modern dari tarian tradisional Sulawesi Tenggara, yang berhasil memukau ratusan pengunjung dengan gerakan yang dinamis dan kostum yang memukau.
“Kami ingin menunjukkan bahwa seni budaya tradisional tidak hanya milik generasi tua, tetapi juga bisa diadopsi dan dikembangkan oleh generasi muda dengan cara yang modern dan relevan,” terang Dwi Ayuningtyas, mahasiswa semester VI dari Program Studi Pendidikan Seni Budaya, yang merupakan salah satu penari utama dalam pertunjukan Poco-Poco.
Selain pertunjukan tari, festival juga menampilkan konser musik tradisional yang menampilkan alat-alat musik lokal seperti gong, gendang, dan sasando. Pertunjukan musik ini dipandu oleh Prof. Dr. H. Muh. Arief Rachman, M.Mus., seorang etnomusikolgi terkemuka dari UMW Kendari, yang juga memberikan penjelasan mendalam tentang sejarah dan makna di balik setiap alat musik yang dipergunakan.
Kompetisi pameran seni rupa juga menjadi bagian integral dari festival, dengan partisipasi dari mahasiswa Program Studi Seni Rupa dan Desain Grafis. Karya-karya yang dipamerkan mencerminkan kerja keras dan kreativitas mahasiswa dalam mengintegrasikan motif-motif tradisional Sulawesi Tenggara dengan teknik dan medium seni kontemporer.
Dukungan Institusional dan Kebijakan Kampus
Keberhasilan penyelenggaraan festival ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari pimpinan universitas. Prof. Dr. H. Kadir Supratman, Rektor Universitas Mandala Waluya, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang diambil oleh Unit Perpustakaan Digital.
“Ini adalah contoh nyata bahwa perpustakaan digital tidak hanya tentang buku-buku elektronik dan basis data akademik. Lebih dari itu, perpustakaan harus menjadi jantung kehidupan kampus yang mendukung seluruh aspek pengembangan mahasiswa, termasuk olahraga dan seni budaya,” ungkap Rektor Kadir Supratman dalam konferensi pers yang diadakan pada siang hari acara berlangsung.
Rektor juga menyebutkan bahwa UMW Kendari sedang merancang kebijakan baru yang akan memberikan insentif khusus bagi mahasiswa yang berprestasi dalam bidang seni budaya dan olahraga, setara dengan insentif yang diberikan kepada mahasiswa berprestasi akademik.
“Kebijakan ini akan kami finalisasi pada bulan Juni 2026. Kami percaya bahwa pengembangan karakter holistik mahasiswa memerlukan pendekatan yang integral, yang menghargai prestasi di berbagai bidang,” tambah Rektor.
Dukungan finansial untuk festival ini sendiri berasal dari alokasi dana operasional Unit Perpustakaan Digital, dukungan dari berbagai organisasi mahasiswa, dan sponsor dari beberapa perusahaan lokal di Kendari yang peduli terhadap pengembangan pendidikan dan seni budaya.
Dampak dan Harapan ke Depan
Penyelenggaraan festival olahraga dan seni budaya ini diharapkan menjadi momentum awal untuk berbagai program-program berikutnya yang lebih besar dan lebih inklusif. Kepala Unit Perpustakaan Digital, Dr. Ir. Bambang Sutrisno, telah mengumumkan rencana untuk menjadikan festival ini sebagai kegiatan tahunan yang akan dikembangkan dengan penambahan kategori dan peserta.
“Tahun depan, kami berencana melibatkan mahasiswa dari universitas lain di Sulawesi Tenggara, bahkan mempertimbangkan untuk melibatkan komunitas seni dan olahraga dari masyarakat Kendari. Festival ini bukan hanya untuk mahasiswa UMW, tetapi juga untuk menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya Sulawesi Tenggara yang lebih luas,” ungkap Dr. Bambang Sutrisno.
Beberapa mahasiswa yang menjadi peserta juga mengungkapkan dampak positif yang mereka rasakan. Eka Putri Ramadhani, mahasiswa semester IV dari Program Studi Ilmu Komunikasi, mengatakan bahwa festival ini memberikan kesempatan baginya untuk menunjukkan kemampuan dalam kompetisi fotografi seni budaya.
“Saya tidak pernah bayangkan bahwa Unit Perpustakaan Digital akan menjadi pendukung utama bagi mahasiswa dalam mengembangkan bakat di luar akademik. Ini sungguh memberikan motivasi bagi saya untuk terus berkarya,” ujarnya dengan antusias.
Sementara itu, Bambang Hermawan, mahasiswa semester V dari Program Studi Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, mengapresiasi inisiatif ini karena memberikan wadah formal bagi mahasiswa untuk berkompetisi dalam olahraga dengan standar yang profesional.
“Kompetisi yang diselenggarakan di festival ini terasa lebih serius dan terstruktur dibandingkan dengan kompetisi olahraga informal yang biasanya diselenggarakan oleh BEM atau organisasi mahasiswa lainnya. Ini menunjukkan bahwa Unit Perpustakaan Digital benar-benar serius dalam mendukung pengembangan mahasiswa,” katanya.
Penutup
Festival Olahraga dan Seni Budaya Mahasiswa 2026 yang diselenggarakan oleh Unit Perpustakaan Digital Universitas Mandala Waluya pada 31 Maret 2026 telah membuktikan bahwa sebuah institusi pendidikan dapat mengintegrasikan berbagai aspek pengembangan mahasiswa dalam satu platform yang kohesif. Acara ini bukan hanya sekadar pemenuhan kewajiban institusional, melainkan wujud nyata dari komitmen UMW Kendari terhadap pengembangan mahasiswa yang holistik dan inklusif.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, partisipasi aktif mahasiswa, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, festival ini telah menciptakan momentum positif yang diharapkan dapat berlanjut dan berkembang di masa depan. Unit Perpustakaan Digital UMW Kendari, melalui inisiatif ini, telah menunjukkan peran penting perpustakaan modern dalam kehidupan kampus yang jauh melampaui fungsi tradisionalnya sebagai penyedia informasi.
Diharapkan bahwa festival ini akan menginspirasi institusi pendidikan lain di Sulawesi Tenggara untuk juga mengadakan kegiatan serupa, sehingga pengembangan seni budaya lokal dan semangat olahraga dapat terus terjaga di kalangan generasi muda Indonesia. Dengan cara ini, warisan budaya Sulawesi Tenggara tidak hanya dilestarikan, tetapi juga terus berkembang dan relevan dengan perkembangan zaman.
—
[Jumlah kata: 1.847 kata]